Assalamu'alaikum.
Masih dengan semangat pagi. Meski sudah agak siang, namun cuaca masih ekstrim super dingin.
Ngeliat kubis yg besar-besar membuat ingin menulis. Siapa tau saya atau teman-teman juga pengen jadi petani kubis.
Saat bersepeda motor, terlihat hamparan hijau di sawah pinggir jalan tampak kubis besar-besar dan siap panen. Sesaat aku berhenti. Tertarik mengamati. Maklum aku dulu tinggal di Surabaya, yang ada asap kendaraan dan cuaca yang panas.
Aku bertanya pada Pak Heri, pemilik kubis.
"Per biji biasanya berapa mas?".
"Sekarang harganya lumayan MAs, 1500-2000 per biji. TAdi ada yang nawar mau nebas 4,5 juta gak aku kasih. Ini semua kira-kira sekitar 2,5 ton Mas."
"Berapa modal semuanya yang keluar ?"
"Aku habis modal 600 ribu bwt sewa Luku, pupuk, bibit, tenaga. Dah Mas. Mentok segitu yang aku keluarkan."
"Trus panennya berapa lama ini Mas?"
"Kalo kubis ini umurnya 2 bulan dah panen MAs."
"Hmmmm... berarti bersih 4 juta untuk 2 bulan ya ? Per bulan 2 juta," aku mulai utak-atik ngitung laba. Lumayan juga ternyata... hehehe...
"Kebetulan ini harganya lumayan tinggi MAs. Sebetulnya ini masih beberapa hari lagi baru panen. Tapi aku takut harganya jatuh, makanya aku panen duluan."
"Emang kalo jatuh harganya nyampe berapa ?"
"Bisa 500 per biji Mas. Ini sedang bagus-bagusnya bisa 1500 sampe 2000 per biji."
"Ok. Thx infonya."
Setelah foto-foto sebentar, aku lanjutkan perjalanan.
Tapi aku lupa nanya luas tanahnya. Menurut perhitunganku... kurang lebih 1500-2000 m2.
Luar biasa.... Lumayan buat referensi.
Baca selengkapnya...
Sabtu, 06 Agustus 2011
"Ditawar 4,5 Juta Gak Kukasih Mas"
"Aktivitas Anakku Di Al-Zaytun"
Assalamu'alaikum.
Semangat pagi meski dengan cuaca ekstrim super dingin.
Dah lama gak utak-atik blog. Sekarang terinspirasi teman saya di Jakarta untuk kembali nulis di blog. Kebetulan sama-sama orangtua yang anaknya sekul di Al-Zaytun. Curahan hati seorang ibu menyikapi berbagai pemberitaan media yang berpakem "Bad news is good news" terhadap Ponpes Al-Zaytun. Berikut tulisannya :
AssaLamu'aLaikum para Sahabat ku..
Semangat pagiii.. di buLan Ramadhan..
ALhamduLiLLah.. di pagi ke 6 memasuki buLan Ramadhan ini, Hati dan Semangat saya begitu berGELORA.. (^_^)' meNikmati INDAHnya buLan Suci ini. TerLebih tanpa saya sengaja, saya bisa menikmati suasana Ramadhan yang berbeda dari biasanya. Sebab seLama satu Pekan ini, saya menjaLankan Ibadah Syaum di sebuah Pesantren dimana anak-anak saya berSekoLah, yaitu di Ma'had AL ZAYTUN.
AwaLnya ketidak sengajaan ini karena saya harus memberikan Surat VaLidasi atas kepindahan anak saya yang duLunya sekoLah di SD Negeri Jakarta, dan saya pindahkan ke Pesantern Ma'had AL ZAYTUN.
Sebenarnya bisa saja surat itu saya kirim via Paket surat, tapi.. karena jadwaL kerja saya sangat Longgar untuk buLan ini.. maka saya merasa tidak ada saLahnya jika saya mengirimnya Langsung untuk datang ke Ma'had agar saya bisa menengok anak - anak saya, yang biasanya mereka yg puLang ke rumah tiap Pekannya.
Rencana semuLa, saya hanya akan menginap di Mahad 3 hari saja, yaitu Jum'at sampai Ahad. tapi.. tanpa sengaja juga saya menyampaikan sebuah "IDE" pada seorang umi Pengasuh di Mahad yang kebetuLan beLiau sebagai WaLi Kamar dimana anak saya tinggaL. Saya mengusuLkan : Untuk PengeLoLaan Limbah PLastik bekas Bungkus produk makanan dan Lainnya. Karena usuLan saya itu baik.. maka saya di sarankan ikut Hadir daLam Rapat BuLanan Laporan Menegman Asrama AN NUR. Karena tiap Asrama punya keBijakan masing-masing dan mempunyai Hak Otonom daLam pengeLoLaan Asramanya. KebetuLan di Ma'had AL ZAYTUN itu memiLiki 5 Asrama, yaitu AL MADANI, AL FAJAR, PERSAHABATAN, AL MUSTHOFA dan AN NUR.
Nah, karena saya di perkenankan untuk ikut Rapat.. maka kePuLangan saya pun di undur, sebab Rapat itu di adakan Senin pagi jam 8 "Teng" seteLah para pengurus Asrama itu meLaksanakan bersih-bersih Lingkungan di setiap asrama masing-masing. Dan terNyata.. SubhanaLLah.. di Ma'had itu terbiasa "Tepat Waktu". Jam 8 "Teng" acara Rapat di muLai. DisiniLah saya berfikir.. : Oo.. ternyata.. para civitas Ma'had Luar Biasa mengHARGAI WAKTU (^_^)'. ALhamduLiLLah..
DaLam rapat, saya adaLah perwakiLan dari WALI SANTRI yang kebetuLan saat itu ada 3 para WaLi Santri yang ikut hadir di acara rapat tersebut, 2 orang Lainnya perwakiLan dari Bekasi, beLiau itu adaLah para "SukareLawan" yang berpartisipasi menyumbangkan ILMU nya, untuk Sharing tentang PSIKOLOGI ANAK. ALhamduLiLLah.. saya pun bisa keCipratan ILMU tentang Karakter & Jiwa anak. SekaLi Lagi.. BENAR.. !!" SiLaturahmi itu banyak sekaLi Manfaatnya. (^_^)'
LaLu kemudian.. karena IDE saya ini sangat meLibatkan semua pihak.. maka saya di sarankan menyampaikan Langsung ke SEKRETARIAT Ma'had AL ZAYTUN di Gedung ABU BAKAR ASYIDIQ. Lagi-Lagi.. saya harus undurkan jadwaL kepuLangan saya, karena untuk bertemu dengan Ustadz ALI tidak mudah, sebab beLiau cukup padat jadwaLnya. Hari Rabu jam 5 sore, saya baru bisa bertemu beLiau yang sebeLumnya saya sudah buat janji untuk bertemu.
ALhamduLiLLah.. pertemuan di gedung Abu Bakar berjaLan Lancar, dan ide saya di terima dengan baik. Dan saya kembLi berFIKIR.. : Kenapa.. Isyu- isyu yang berEdar di Luar sana TIDAK TERBUKTI yaa.. ??? katanya : Ma'had AL ZAYTUN ituuu.. TERTUTUP... ??? Ternyata Tidak. Buktinya saya dan para WaLi Santri diPerkenankan ikut Rapat, ternyata saya boLeh berkunjung ke Tempat PembeLajaran anak-anak.. baik di gedung Tansri maupun di gedung ALI. Bahkan saya pun di sambut baik di bagian Sekertariat nya. Hayooo... orang-orang yang mengGOSIPkan Ma'had.. DOSA tuuu.. udah Ghibah dan Su'udzon tentang Ma'had AL ZAYTUN... Ayooo... Minta Maaf.. ke Ma'had, biar Ibadah Syaumnya di Terima ALLAH... hehehe.. (^_^)'
Nah.. akhirnya.. karena saya harus bertemu dengan banyak orang maka jadwaL kepuLangan saya terus di undur, maka swami saya mengijinkan saya untuk tinggaL di Ma'had seLama sePekan. ALhamduLiLLah.. saya bisa dengan LeLuasa meLihat kegiatan anak-anak saya di Ma'had seLama buLan Ramadhan ini. (^_^)'
SeLama sepekan seharusnya saya bisa meninjau ke berbagai tempat di Ma'had, tapi.. karena saya TIDAK memiLiki jiwa JURNALISTIK, jadi.. saya kurang respek dan tidak tau apa saja yang harus saya PERHATIKAN.
Ssssyyyuuuuutttt.... tapi ada satu haL yang menarik, yang membuat Hati saya tergeLitik untuk meniLik. (^_^)'
Anda ingin tau.. ??? Baik akan saya ceritakan.
Tiga hari di awaL keberadaan saya di Mahad, saya sangat merasa keLeLahan yang Luar biasa. Bayangkan... saya yang hanya membawa 1 Sepatu Hak Tinggi.. harus berjalan mondar-mandir di Ma'had yang jarak satu tempat ke tempat Lain berkiLo-kiLo meter jaraknya. Masya ALLaaahhhh... Luar Biasa Cape dan PegaLnya.. (^_^)' SaLut saya pada yang membuat DENAH atau ARSITEK Ma'had AL ZAYTUN ini. Sebab mau tidak mau.. anak-anak di biasakan untuk seLaLu OLah Raga jaLan santai setiap harinya. Nah, karena keLeLahan seLama 3 hari di awaL, saya seLalu TIDUR... setiap seLesai shoLat Magrib dan saya Lakukan shoLat Isya berbarengan dengan ShoLatuL LaiL. Mohon ampun hamba ya Allah.. soaLnya ngantuk berat. (^_^)' demikian puLa seLesai shoLat Subuh, mata saya langsung Lengket tidak bisa di ajak kompromi. Otomatis saya tidak pernah tau.. apa saja kegiatan anak-anak di Asrama AN NUR, yg kebetuLan saya di boLehkan tidur mendampingi anak saya. Hehehe.. Lumayan.. Hemat Dana.. cos' ga perLu menginap di HoteL AL ISLAH. (^_^)'
BaruLah hari ke 4, tubuh saya sudah muLai Fit bisa meLihat Langsung semua kegiatan anak-anak di Asrama AN NUR itu.
Anda ingin tau.. Sahabat ku ??? Apa saja yang di Lakukan anak-anak Generasi Emas kita di Ma'had sana.. ???
SubhanaLLaaahhh.. Rasa Syukur yang tak TerHingga.. ya ALLAH.. saya kagum pada mereka semua..
Kagum pada para Umi Pengasuh.. Kagum pada Para aby Pendidik.. Kagum pada para ustadz dan ustdzah Muda yang membimbing anak-anak kami.. dan terLebih Lagi Kagum pada anak-anak ku semua yang bersekoLah di Mahad AL ZAYTUN.
Bayangkan jam 3 pagi mereka sudah terbiasa Bangun. Lalu mereka menyiapkan makanan untuk saur, dari anak keLas 4 MI sampai keLas 12 ALiyah, mereka ambiL sendiri makanan untuk saur mereka di Gedung AL AKBAR dekat Kitcen. dan anak-anak keLas 3 sampai keLas 1 MI di siapkan oLeh para umi WaLi kamar masing-masing. kemudian mereka sahur. SeLesai sahur.. sambiL menunggu Adzan Subuh ternyata di isi dengan kegiatan Rapi-rapi kamar. Setiap harinya mereka bergiLiran tugas, ada yg mengepeL Lantai ada yang menyapu, bersihkan kamar mandi dan buang sampah juga bersihkan Rak sepatu & kaca JendeLa dan ini yang "menarik" mereka merapikan tempat tidurnya masing-masing sambiL diHIAS dengan Boneka dengan susunan yang RAPI & CANTIK. Luar.. Biasa.. (^_^)'. SeLesai itu semua.. mereka mandi dan di Lanjut ShoLat Subuh, khusus anak-anak keLas MI mereka ShoLat Subuh di SeLasar Asrama. dan untuk anak-anak santri Tsanawiyah dan ALiyah ShoLat Subuh di Mesjid AL HAYAT. SeLesai shoLat subuh mereka meLakukan hafaLan AL QUR'AN sampai jam 6 mereka Berangkat berduyun-duyun menuju SekoLah di tempat PembeLajaran masing-masing. Saya Bangga Pada KaLian anak-anak ku.. (^_^)' sekaLigus terHARU.. :'(
SepuLangnya dari sekoLah sekitar jam 1.30 siang, mereka rehat, ada yg bermain ringan atau baca buku cerita, ada juga yang tidur siang, di Lanjut mandi sore dan ShoLat Ashar di kamar masing - masing dan mereka seLaLu dibiasakan ShoLat BERJAMA'AH. Hebat kaaannn.. anak-anak kita.. kita pun kaLah KOMPAK dengan mereka.. (^_^)'
SeLesai shoLat Ashar bersama, mereka Lanjut bermain yang Lumayan menguras tenanga, ada yg Badminton di seLasar, ada yg Lompat taLi. ada juga yang berLari-Lari dan jika ada Pekerjaan Asrama ( Pe'eR) mereka akan Lakukan tugasnya duLu. MenjeLang Magrib kembaLi mereka merapikan kamar masing-masing, menyapu, mengepeL saja. karena yang Lain sudah diLakukan saat pagi tadi. kemudian mereka siapkan untuk buka Puasa yang memang sudah di sediakan di Lantai satu AN NUR, jadi anak-anak mengambil bersama, biasanya ada yang di tugaskan sebanyak 3 orang untuk mengambiLnya ke bawah atau di Lantai satu.
SeLesai buka puasa.. mereka kembaLi ShoLat berJama'ah di kamar masing-masing dan seLaLu bergantian untuk mendapat Tugas IMAM juga IQOMAH. SeLesai shoLat Magrib kembaLi mereka mengHafaL suart-surat pendek AL QUR'AN, sampai tiba shoLat Isya. SambiL menunggu shoLat Isya.. masih dengan MUKENAHnya mereka bercengkerama dengan Riang sambiL berLari-Lari, saat adzan Isya berkumandang mereka Siap ShoLat berJama'ah bersama dan terus di Lanjut dengan ShoLat Tarawih. untuk anak-anak MI mereka Lakukan ShoLat Tarawih di Selasar Asrama masing-masing.
Antara jam 8.30 atau menjeLang jam 9 shoLat Tarawih seLesai diLakukan. Kemudian seLesai Tarawih mereka kembaLi ke kamar masing-masing, dan mereka diharuskan Langsung Rehat. bagi yang MI. Tapi bagi yang Tsanawi dan ALiyah, WAJIB TADARUS AL QUR'AN hingga jam 9.30 maLam.
Nah.. saudara ku semuanya..
Begitu INDAH.. aktivitas mereka di Mahad AL ZAYTUN..
Begitu CANTIK.. kegiatan IBADAH di kemas dengan menarik, hingga mereka meLakukannya dengan TuLus dan Penuh keRIANGan..
Kisah ini sengaja saya sampaikan pada anda semua.. sesuai yang saya Lihat tanpa ada yang saya Lebihkan. Insya ALLAH.
LaLu dimanakah Letak Negatifnya.. ????
LaLu dimanakah Letak Sesatnya.. ????
Semoga apa yang saya sampaikan di buLan Ramadhan yang SUCI ini.. bisa masuk ke daLam Hati kita yang paLing daLam.
Semoga apa yang saya sampaikan di buLan Ramdhan yang penuh Berkah ini bisa mengHILANGkan Titik HITAM di HATI kita yang seLaLu Su'udzon.
Yaaa... ALLAH yaa.. Robbi, yang Maha Tau akan segaLa sesuatu..
Yang Maha KUASA atas segaLa sesuatu..
Jika dengan Berita yang saya sampaikan ini.. masih juga mereka berFIKIR NRGATIF tentang Ma'had AL ZAYTUN...
Maka kami tidak berHak apa pun atas mereka... Cukup Engkau Lah yaa.. ALLAH, yang membaLasnya. Baik untuk perbuatan kami.. atau pun perbuatan mereka yang seLalu su'udzon atas Ma'had AL ZAYTUN.
Semoga Ikatan Ukhuwah yang seLaLu kita Banggakan dan seLaLu kita kumandangakan akan segera TERWUJUD di Tanah Air terCinta ini. Aaamiiiiin... ya RobbaL'aLamiiiin.. :'(
Buah Karya : Umi Tuti Sugiarti.
NB : OLeh-oLeh kunjungan tak di Sengaja ke Mahad AL ZAYTUN.
Baca selengkapnya...
Kamis, 28 April 2011
Ceria Gratis Telepon 1 Tahun
Telepon Ceria Paket Couple.
Bundling Produk ETS 2028.
Masa Aktif kartu 1 tahun.
Gratis saling telepon dan ke sesama Ceria seluruh Indonesia selama 1 tahun.
Harga Rp. 299.000,-.
Program Paket Couple ini hanya bisa Anda dapatkan di aik-CELL Magetan.
Sabtu, 16 April 2011
Awal Sekolah di Al Zaytun
Tahun Ajaran Baru 2011/2012 mengingatkan aku akan Tahun Ajaran Baru 2009/2010. Ya… tahun 2009 tepatnya 1 Juli 2009 anak kami Ekky memulai sekolah di Al Zaytun International School di Indramayu. Duduk di kelas 5 MI, pindahan dari sekolah sebelumnya di SDN Sumberagung 1 Magetan Jawa Timur. Rencana awal adalah mulai memondokkan anak saat mulai masuk SMP/MTs. Ternyata Allah berkehendak lain. Saya bertemu sahabat lama saya di Surabaya, sebut saja Pak Amin, Sarjana lulusan IAIN Surabaya. Dia memberiku 1 bundel buku panduan informasi tentang Profil Ponpes Al Zaytun.
Alhamdulillah…. Saat ini Ekky sudah hafal Juz ‘Amma dng nilai masih 80-an dari nilai minimal 90. Sebuah prestasi yang menurut kami akan sulit jika disuruh hafalan di rumah. Tahfidz/hafalan Juz ‘Amma sebagai salah satu syarat masuk MTs Al Zaytun sudah terpenuhi. Syarat2 lain yang paling menentukan bagi kami adalah syarat biaya sekolahnya. Ya …. Biaya sekolahnya.
Mohon do’a dari teman2 semuanya….. Semoga Allah memudahkan dan memberi jalan kepada kami agar Ekky tetap bisa melanjutkan sekolahnya di MTs Al Zaytun di Indramayu. Aamiin.Teror Bom, itu Kejahatan Kemanusiaan
Teror bom bunuh diri adalah kejahatan kemanusiaan. Bukan sekadar teror. “Kalau teror itu hanya menakut-nakuti. Tapi peledakan bom itu sudah pelaksanaan pembunuhan, terencana. Jadi itu adalah kejahatan kemanusiaan,” tegas Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang kepada Majalah Berita Indonesia dan TokohIndonesia.com, Senin (21/9/2009).
Teror bom bunuh diri itu, menurut pemahaman Syaykh, bukan jihad. “Pendalaman saya, jihad itu adalah membentengi diri dengan terus mendalami ilmu-ilmu Ilahi, ajaran Ilahi. Terus mendalami ajaran Ilahi, sampai menemukan bahwa manusia ini harus saling hormat-menghormati. Sampai ketemu satu nilai bahwa, tolonglah orang yang zolim dan yang dizolimi. Yang zolim ditolong, yang dizolimi pun ditolong,” jelas Syaykh Panji Gumilang.
Berikut petikan Wawancara TokohIndonesia.com dan Majalah Berita Indonesia dengan Syaykh Al-Zaytun Panji Gumilang, seputar masalah pertahanan dan keamanan. Mulai dari masalah ribuan pulau-pulau Indonesia yang belum termanfaatkan sedemikian rupa. Juga masalah teroris, peledakan bom bunuh diri yang dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi di Indonesia.
Berita Indonesia: Mengenai pertahanan dan keamanan, terutama ribuan pulau-pulau terluar Indonesia yang belum termanfaatkan sedemikian rupa. Sehingga sudah ada yang mengambil dan yang lain sudah diklaim oleh negara lain. Apa pandangan Syaykh tentang ini?
Panji Gumilang: Kalau saya ditanya tentang itu, mengawal dengan pertahanan maritim, memperkuat pertahanan maritim. Artinya, mulailah bangsa Indonesia menetapkan pertahanan itu bukan di darat saja, tapi pertahanan laut. Diberikan dana yang maksimal. Kalau perlu beberapa pulau yang ada di Indonesia, kemudian ukuran berapa pulau yang harus diberi kapal, untuk menyerbukah, yang cepat. Kemudian setiap berapa pulau, yang berdekatan jarak berapa, diberikan sebuah pertahanan khusus, angkatan laut. Satu, jadi memperkuat angkatan laut.
Yang kedua meningkatkan jalur transportasi laut sebanyak mungkin. Itu nanti kita bisa mengenal, bangsa ini bisa mengenal bagaimana kekayaan laut Indonesia.
Terus ketiga, memberikan nama kepada pulau-pulau yang ada. Sehingga tidak disebut pulau terluar, kalau sudah terluar itu berarti ‘kan tidak di dalam. Saya tidak sepakat dengan bahasa pulau terluar itu. Ya sudah di luar kenapa diklaim tiap orang mau. Memakai ter-ter itu menandakan paling besar dan paling luar koq diklaim sebagai pulaunya.
Maka harus diberi nama, pulau ini-pulau ini. Saya rasa tidak memerlukan waktu banyak memberi nama itu. Sehingga tidak bahasa yang sangat sumir, karena negaranya sendiri koq terluar itu, bagaimana? Nah terus yang dalamnya mana. Nah bagi orang membahasakan terluar itu, ya sudah karena dianggap di luar, malah paling di luar ada ‘ter’ tadi. Untuk menandakan dahsyatnya itu.
Ada Dirjennya itu?
Ya, itu dirjennya pulau-pulau terluar. Itu artinya, menyerbu pulau orang lain. Maka berikanlah nama yang jelas. Atau pulau-pulau kecilkah harus ada nama. Kepulauan seribu, jangan hanya dikatakan kepulauan seribu, terlalu banyak, kalau memang seribu, satu-satu, terus diberi plang nama. Inilah pulau-pulau Indonesia. Kibarkan bendera di sana, pengibaran bendera berarti ada penduduk.
Jadi intinya, tahap awal itu perkuat angkatan laut, kemudian jalur transportasi laut, kemudian penamaan pulau dan hapuskan nama pulau terluar itu. Ya tetangga kita ‘kan, sudah dikatakan terluar, ambil saja, umpamanya.
Pemanfaatannya?
Dimanfaatkan semaksimal mungkin, tentunya untuk kesejahteraan. Jadi sebesar-besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia dan rakyat Indonesia.
Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan, menurut pengamatan Syaykh sudah optimal mengelola perairan Indonesia?
Ya, tadi kan jelas sebelum kita mengusulkan tadi. Menamakan negaranya saja masih terluar gitu. Orang pulau sendiri juga, ah saya di luar ini. jadi kalau ingin masuk ke negara lain juga nggak salah. Orang terluar.
Dalam hal pulau-pulau terluar itu, ada yang menyalahkan Malaysia ada juga yang menyalahkan diri sendiri Indonesia. Bagaimana pendapat Syaykh mengenai hal itu?
Kan ada diplomasi. Tingkatkan saja diplomasi, nggak terlambat. Diplomasi, curahkanlah kepakaran diplomasi kita dan kedekatan bertetangga. Dan janganlah diajak rakyat ini atau jangan dipanas-panasilah. Nanti besi habis arang binasa. Diplomasi saja, saya yakin seyakin-yakinnya dengan ketajaman diplomasi, semua selesai.
Teror Bukan Jihad
Kemudian, masalah keamanan ini, bahwa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sering menjadi sasaran teroris, lewat bom bunuh diri. Dan kelompok yang dianggap melakukan itu ada kaitannya dengan jaringan Islamiyah yang punya link juga dengan Al-Qaidah. Mengamati hal atau kejadian ini, apa pendapat Syaykh?
Kalau saya tidak melihat itu link-nya ke mana. Tapi melihat perbuatan teror, yang bahasa orang umum, teror. Bahasa saya ‘kejahatan kemanusiaan’. Kalau teror itu hanya menakut-nakuti gitu ‘kan. Tapi ini sudah pelaksanaan pembunuhan, terencana. Jadi itu adalah kejahatan kemanusiaan.
Jadi kalau dikatakan itu ada link ke organisasi-organisasi tertentu, bila bangsa ini tidak siap untuk melaksanakan, pasti tidak terjadi. Atau mempunyai sikap tidak mau melaksanakan itu pasti tidak terjadi. Nah itu, ada kaitannya tadi dengan apa yang selalu kita sampaikan, mengapa harus kembali pada nilai-nilai dasar. Sedikit kelompok saja yang tidak memahami atau justru menolak, itu bisa berbuat seperti yang kita saksikan hari ini.
Maka kita punya kepentingan dan kewajiban. Mengapa saya bedakan antara kepentingan dengan kewajiban, kepentingan Indonesia ini harus hidup terus jangan mati, jangan pecah. Kewajibannya adalah setiap manusia mengajak jangan berbuat kejahatan kemanusiaan.
Jadi di link-kan kemana saja, kalau bangsa ini kesadarannya terhadap berbangsa dan bernegara itu tinggi, nggak terjadi. Karena yang mengerem tadi itu yaitu kesadaran. Jadi pendapat saya, walau di link-kan kemana saja, kalau kesadarannya itu sudah mapan, mantap, tidak akan terjadi.
Kemudian para pelaku teror itu sering mengaitkan bahwa itu justru menjalankan ibadahnya yang sebagai seorang muslim dianggap sebagai suatu jihad. Bagaimana pandangan Syaykh?
Kalau dianggap oleh umat muslim, itu harus tanda petik. Yang mereka anggap, yang bagusnya yang mereka anggap. Nanti kalau dikatakan itu umat muslim beranggapan seperti itu, ya bahaya itu. Yang mereka anggap saja gitu ya.
Pelakunya mengaku ya?
Ya, pelakunya menganggap seperti itu. Itu dalam kebebasan berpikir, itu boleh-boleh saja menganggap seperti itu. Tapi harus ditimbang dong, ditimbang. Jadi kalau mereka beranggapan begitu, kita pun tidak beranggapan seperti itu. Jadi boleh mereka menganggap begitu karena memang dia, habitatnya dianggap seperti itu.
Nah itulah yang perlu kita berikan pemahaman. Dan pemahaman itu tidak harus ditujukan ke situ, karena pasti menolak. Pada generasi yang lebih banyak dari itu. Sehingga generasi inilah nanti yang lebih banyak dari yang berpikir seperti itu, ini yang akan membendung. Jadi jangan diserahkan hanya kepada pengaman negara, kepada bangsa ini semuanya ikut membendung.
Tatkala semua bangsa ini ikut membendung, paling tidak dia akan sempit ruang geraknya. Nah, ini kan menandakan kejadian-kejadian yang kemarin itu masih banyak bangsa kita yang seperti tidak masuk ke situ, tapi memberikan kehidupan, kesempatan.
Cuma bangsa inilah yang harus kita bentengi supaya bisa menyetop kegiatan mereka. Kalau hanya disetop oleh aparat keamanan, itu juga mengagetkan. Tapi kalau distop oleh bangsa ini, tentunya dengan satu perbuatan yang etis. Sehingga nanti menimbulkan kesadaran yang paripurna untuk bangsa ini.
Oh itu lambat? Memang lambat. Selambat kita menangkap, kan sembilan tahun. Lambat juga ini, kalau kita ukur waktu kan panjang begitu. Tapi kalau kita dialog bangsa, kebangsaan ini terus berjalan dengan sistematis, insyaallah.
Mereka tidak punya tempat lagi, walaupun punya pandangan yang…?
Belum pernah kan turun ke kampung-kampung, ke desa-desa dari tim keamanan untuk berdialog dengan rakyat. Dialognya jangan antara keamanan dengan rakyat, dialog antara warga negara yang punya kewajiban untuk mempertahankan keamanan dan warga negara yang semestinya juga ikut mempertahankan keamanan. Ini alat, kalau alat ‘kan wajib, mutlak kalau tidak ‘kan nggak dapat gaji. Ini rakyat yang berkewajiban secara moral tidak digaji pun harus berbuat. Nah keseimbangan ini yang harus diciptakan.
Dan itu masih belum dilakukan?
Belum, hanya informasi-informasi. Jadi seperti rakyat ini diposisikan bukan kolega. Kalau rakyat sudah diposisikan sebagai kolega, itu tidak disuruh oleh alat keamanan juga berbuat dan etis.
Kalau beberapa orang bilang ada yang mengaitkan masalah teroris ini kepada masalah ketimpangan sosial ekonomi dan ada juga yang berpendapat ini masalah ideologi?
Masalah ketimpangan juga nggak. Kalau ideologi-ideologi yang tadi itu, yang kelompok kecil itu.
Jadi tidak masalah sosial saja gitu?
Jadi kalau masalah itu, tidak tahu. Tapi kalau masalah sosial, banyak orang yang nggak bisa makan, nggak mau berbuat itu. Malah lebih baik minta-minta di Jakarta begitu ‘kan.
Jadi menurut Syaykh, ini masalah ideologi?
Masalah pemahaman yang tidak sama dengan pemahaman umum.
Terutama tentang jihad?
Ya, mungkin. Tapi sayang betul.
Mengakunya itu sedang melakukan jihad?
Tapi kan ada lagi orang yang mengatakan bahwa jihad itu, tidak seperti itu.
Kalau menurut Syaykh, jihad itu apa?
Saya tidak bisa mengatakan menurut saya, tapi pendalaman saya. begitu ‘kan. Kalau menurut saya, itu nantikan, wah ini menjadi tuhan baru begitu ‘kan.
Pendalaman saya, jihad itu adalah membentengi diri dengan terus mendalami ilmu-ilmu Ilahi, ajaran ilahi. Terus mendalami ajaran Ilahi, sampai menemukan bahwa manusia ini harus saling hormat-menghormati. Sampai ketemu satu nilai bahwa, tolonglah orang yang zolim dan yang dizolimi. Yang zolim ditolong, yang dizolimi pun ditolong. Artinya yang zolim itu ditolongnya seperti apa? Ya, mbok jangan begitu kamu, nasihat keluar. Nah ini tujuan pendidikan. Yang dizolimi kita buat suatu perbaikan. Ini berhenti nanti, ini sehat.
Itu bisa dilakukan dengan mendalami ajaran Ilahi. Terus, tidak pernah berhenti. Kenapa saya istilahkan ajaran Ilahi, karena ajaran Ilahi ini milik semua. Pendekatannya kadang-kadang berbeda-beda. Kemudian sampai menemukan hakekat manusia. Sehingga kita tidak diantarkan oleh suatu pemikiran yang memang pemikiran manusia itu, yang unsur jahat itu ada. Maka diperlukan ajaran Ilahi itu, karena di sini (sambil menunjuk dada) ada jahat. Nah, supaya tidak masuk kepada berat sebelah yang kejahatannya lebih tinggi. Nah sudah, ajaran Ilahi kita didalami, oleh siapa saja.
Kemudian setelah itu, menyampaikan ajaran Ilahi itu. Kita sampaikan, kemanusiaan itu mestinya begini. Nah, kita sudah ada tuntunan kemanusiaan di Indonesia ini seperti apa, yang adil dan yang beradab dan disepakati sudah. Nggak usah pakai kelompok anu, kelompok itu. Ndak, sudah disepakati itu. Tidak mengatakan itu ajaran agama tertentu, itu orang sudah menyepakati. Manusia itu harus adil dan beradab. Adil itu berarti, berikan hak semua untuk berbuat apa yang diyakini benar, menurut dasar-dasar yang telah disepakati.
Kemudian beradab, itu artinya punya peradaban. Punya peradaban itu, hidup berperadaban. Hidup itu artinya bergerak, melangkah, maju, melompat. Nah hidup itu bergerak dengan peradaban. Ilmu yang tinggi, asah rasa yang tinggi.
Nah, itu namanya tidak saling menekan, tidak saling memosisikan kamu ini tidak punya hak karena kecil jumlahnya. Jadi bukan ada kecil ada besar. Yang ada, kemanusiaan yang adil dan beradab. Sampaikan terus, jangan pernah berhenti, berhenti vakum 10 tahun saja menganggap tidak ada nilai itu. Daripada tidak ada yang menyampaikan, sampaikan terus. Itu jihad!
Jihad itu, sebuah usaha besar yang terus untuk menghidupkan sebuah cita-cita besar. Kalau kita membunuh, menghentikan cita-cita. Sedangkan menghidupkan itu adalah melanjutkan cita-cita. Dan hak manusia ini diberi hak hidup, dan keinginan manusia yang sudah hidup ini, ingin hidup. Maka terus membuat suatu sistem untuk melanjutkan generasi baru. Berbuat seperti itu pun jihad.
Kemudian jihad seperti itu juga memerlukan kesabaran, karena tantangannya masih banyak, kurang cepat, kurang seru, nah gitu ‘kan. Itupun harus direspon dengan ketabahan. Artinya ada begini harus ditanggapi begini, tidak. Terus saja, sampaikan, mendapat tantangan, bersabar, itu pun jihad. Bersabar itu, bukan berarti berhenti untuk berbuat. Berbuat terus, sampaikan nilai-nilai tadi. Kepada suatu saat nilai-nilai itu kalau sudah disebarkan, mungkin hari ini tidak akan terdengar. Besok orang akan ingat, oh kemarin itu sudah disampaikan. Oh terimakasih, dulu saya ingat disampaikan itu. Nggak boleh berhenti. Nah itu jihad yang menurut pendalaman saya.
Sangat mulia, jihad harus menjunjung peradaban, menolong orang yang dizolimi dan yang menzolimi, mempertahankan diri dengan pendalaman ajaran Ilahi?
Itu yang pertama dulu, sehingga bisa berbuat banyak.
Kalau jihad dalam pengertian peperangan?
Itu sesungguhnya bukan jihad, ya peperangan. Digariskan oleh sebuah keputusan sebuah tempat yang memiliki otoritas. Contoh, negara kita membuat keputusan harus begini terhadap negara X, nah itu sah. Kenapa? Diumumkan. Nah alasan pengumumannya apa? Karena ada pelanggaran a,b,c,d, sudah diplomasi tidak bisa, harus diadakan penyelesaian dengan perang. Sah menurut teori perang.
Bukan jihad?
Jihad itu ‘kan, bahasa. Sungguh-sungguh artinya.
Kesabaran adalah jihad ya?
Kesungguhan untuk mencapai cita-cita itu juga, ya jihad.
Mungkin masih ada nilai-nilai jihad yang lain?
Lah, kalau yang tadi membunuh dan sebagainya itu masuk di situ, itu namanya simbol sendiri. Mengadakan pengumuman saja nggak. Saya dari organisasi ini mengumumkan perang gitu, nggak pernah ada. Tahu-tahu ngebom, itukan nggak fair.
Jadi kalau pengamatan Syaykh pemahaman tentang jihad ini di kalangan masyarakat sudah seperti apa?
Jangan disimpulkan kepada masyarakat. Pelan-pelan kita sampaikan ke masyarakat. Tadi ‘kan sudah bertanya, kenapa kok sering sekali mengucapkan itu, sesungguhnya itu bentuk menyampaikan jihad itu, itu menyampaikannya. Koq itu lagi, nilai-nilai dasar itu lagi. Ini menyampaikan terus jangan berhenti. Karena masih ada kejahatan manusia yang terus berjalan.
Sumber : Page I Love Al Zaytun
Majalah Berita Indonesia
Baca selengkapnya...

